Sabtu, 04 April 2015

Menteri: Pertumbuhan ekonomi tidak mungkin tanpa infrastruktur

Menurut Lovita, perekonomian Indonesia akan sulit untuk tumbuh secara lestari di tujuh persen tanpa infrastruktur yang memadai.

"Kami sangat sadar bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia telah baik pada lima atau enam persen, itu tidak akan berkelanjutan karena permintaan tidak dapat diimbangi dengan supply karena kurangnya infrastruktur. Dengan demikian, kita tidak bisa tumbuh melampaui titik tertentu," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada Kamis, April 2.

Brodjonegoro mencatat bahwa infrastruktur Indonesia kekurangan karena eksisting telah rusak atau diabaikan. Pembangunan infrastruktur baru telah terbatas dan tidak akan cukup untuk masa depan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, misalnya, masih tidak dapat bersaing dengan Bandara Changi Singapura dalam hal penumpang.

Trans Jawa proyek jalan tol belum selesai, meskipun mereka sudah direncanakan sejak pemerintah Orde Baru.

"Kami tertinggal di sektor infrastruktur. Beberapa fasilitas infrastruktur telah rusak dan tidak lagi melayani tujuan. Beberapa baru dibangun tetapi masih terbatas. Namun, telah terjadi lonjakan yang luar biasa dalam permintaan yang dipicu oleh aktivitas ekonomi, tetapi permintaan ini tidak dapat terpenuhi," jelasnya.

Oleh karena itu, Indonesia telah menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional di Asia.

Selama sambutannya di Boao Forum untuk Asia (BFA) 2015 konferensi tahunan pada hari Sabtu, Presiden Joko Widodo mengatakan Asia telah menghadapi empat tantangan.

"Tombol untuk mengatasinya adalah stabilitas internal dan eksternal dan infrastruktur," katanya.

Jokowi, sebagai Presiden populer ditujukan, menjelaskan bahwa empat tantangan yang meningkatkan kualitas hidup orang, menjaga pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan, keamanan, dan pekerjaan.
Menurut dia, dengan baik infrastruktur ekonomi akan secara otomatis tumbuh lebih cepat.

"Kita dapat mengambil pelajaran dari masa lalu ketika Asia menderita karena kolonisasi. Dengan perjuangan dan kerja keras, pusat ekonomi mulai bergerak dari Barat ke Timur. Namun, kita harus terus belajar dari Barat berkaitan dengan teknologi mereka tanpa harus mencurahkan identitas kita,"katanya.

Dia menyatakan harapan bahwa pengembangan tidak akan memperlambat dan bahwa investor akan terus menunjukkan minat dalam negara-negara di Asia.

Presiden Jokowi, sebagai salah satu pembicara di Boao Forum, berbicara pada sesi yang berjudul, "fitur baru di Asia: menuju sebuah komunitas takdir."

Gimana menurut kalian?